• Rabu, 22 November 2017

Pemerintah Brazil Nyatakan Perang Terhadap Virus Zika

zika virus

Presiden Brazil Dilma Rouseff menyatakan perang terhadap virus Zika. Virus yang mulai menyerang Brazil dan negara Amerika Latin lainnya pertama kali terdeteksi pada bulan April tahun lalu. Dampaknya adalah jumlah korban akibat virus Zika di Brazil sendiri mencapai 1,5 juta jiwa. Efek terburuk dari virus Zika sangat dirasakan oleh bayi yang baru lahir. Mereka menderita penyakit microsefalus yang mana bentuk kepala mereka menjadi lebih kecil dan otak si bayi pun mengalami degradasi.

Presiden Rouseff langsung melakukan mobilisasi massa pada tanggal 13 Februari mendatang dengan melakukan pembasmian sarang nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk itu tidak hanya menularkan penyakit demam berdarah tetapi juga virus Zika. Program mobilisasi itu akan bersifat rumah ke rumah dengan melakukan pengasapan dan edukasi tentang pentingnya mencegah genangan air yang menjadi sarang nyamuk tersebut.

“Musibah ini jangan dijadikan hambatan. Tetapi harus menjadi pemersatu bahwa Brazil akan selamat menghadapi tantangan itu,” kata Presiden Rouseff dalam pidatonya di salah satu stasiun TV lokal Brazil. “Kita harus bersama-sama menghadapi penyebaran virus Zika dan membasmi semua sarang yang menjadi tempat berkembang biak,” tegasnya. Brazil bersama negara Amerika Latin lainnya kini tengah mengembangkan obat penawar untuk menanggulangi virus Zika.

Menanggapi penyebaran penyakit ini, lembaga kesehatan dunia World Health of Organization (WHO) meminta semua negara di dunia untuk mewaspadai bahaya dari virus Zika. Bahkan WHO pun menghimbau untuk “memperlakukan” virus Zika sama bahayanya dengan virus Ebola. Presiden Rouseff pun telah meminta kerja sama dengan Presiden Barack Obama untuk bersama-sama mengembangkan vaksin.

Kabar merebaknya virus Zika pun sempat diisukan mengganggu jalannya Olimpiade 2016 yang akan dilaksanakan di Rio de Janeiro. Juru bicara panitia Olimpiade 2016, Mario Andrada menyatakan bahwa jalannya perhelatan akbar olah raga dunia itu tidak akan terganggu. “Kami sudah mengetahui hal itu, tetapi kami yakin pemerintah Brazil dapat menanggulanginya,” kata Andrada.

Untuk menghindari penyebaran virus Zika pada atlet olimpiade dan turis, Andrada menghimbau mereka untuk membawa lotion anti-nyamuk, pakaian yang agak tertutup dan menyalakan AC ketika di dalam ruangan. Selain itu, pihak panitia pun menyatakan bahwa ketika olimpiade berlangsung, cuaca di Brazil sedang dingin. Artinya adalah udara kering akan menyulitkan nyamuk untuk berkembang biak. Pihak panitia juga yakin ketika perhelatan berlangsung, virus tersebut sudah ditanggulangi.

Iqbal Ramadhan