• Rabu, 22 November 2017

Risk Culture, Pentingkah?

reasuransi

Berbicara tentang implementasi manajemen risiko, maka kita tidak bisa melepaskan diri dari risk culture. Mengapa risk culture sedemikian penting? Kevin Knight, Chair of ISO project committee ISO/PC 262, Risk management dan founding member of the Standards Australia/Standards New Zealand Joint Technical Committee OB/7 memaparkan banyak hal tentang manajemen risiko. Kevin merupakan pakar ISO Manajemen Risiko yang telah memiliki banyak pengalaman pada bidang tersebut.

Kevin menjelaskan bahwa manajemen risiko adalah suatu pedoman yang mutlak harus ada di sebuah operasional bisnis. Perusahaan yang berkembang dan ingin mengembangkan bisnisnya pasti akan mengalami ketidakpastian. Uncertainty atau ketidakpastian itu mempunyai banyak dampak yang signifikan terhadap perkembangan bisnis tersebut.

Membudayakan manajemen risiko merupakan tindakan penting yang perlu dilakukan oleh perusahaan yang ingin berkembang. Kevin menjelaskan secara sederhana bahwa membudayakan manajemen risiko bisa mengadopsi dari standar ISO 31000. Membudayakan manajemen risiko itu merupakan langkah yang krusial.

Mengapa perlu dibudayakan? Kevin memaparkan bahwa standar-standar yang ada dalam ISO 31000 adalah guide dan alat bantu untuk memaksimalkan profit sekaligus meminimalisir ancaman. Ia pun menambahkan, “It is not about making the business risk free but rather encourages it to understand the environment in which it is operating and to manage risk at the highest tolerable level.”

Budaya manajemen risiko yang baik tentu akan mempengaruhi nilai bisnis perusahaan. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan nilai bisnis perusahaan menggunakan manajemen risiko. Seperti yang telah dijelaskan oleh Kevin Knight pada wawancaranya bahwa panduan untuk memaksimalkan nilai bisnis sudah diatur pula dalam ISO 31000.

Salah satu cara yang dipaparkan olehnya dalam meningkatkan nilai bisnis adalah mengidentifikasi dan melakukan penilaian terhadap risiko yang kemungkinan terjadi. Untuk dapat melakukannya, perusahaan perlu untuk mengumpulkan informasi-informasi akurat tentang risiko tersebut. Informasi yang akurat dan faktual sangat penting bagi para pengambil kebijakan untuk menentukan kebijakan bisnis yang tepat. Informasi yang penting itu bertujuan pula bagi divisi manajemen risiko untuk mengelola risiko dan melakukan mitigasi yang perlu untuk dilakukan.

Iqbal Ramadhan