• Rabu, 22 November 2017

Pantai Timur AS Bersiap Hadapi Badai Salju

blizzard

Sejumlah negara bagian di Pantai Timur AS tengah bersiap-siap menghadapi badai salju yang diprediksi akan datang hari Jumat waktu setempat. Pengamat cuaca memprediksi bahwa badai salju diperkirakan dapat menghambat sejumlah aktivitas sosial dan ekonomi. Bahkan, mayoritas institusi pendidikan seperti sekolah sudah meliburkan para murid agar tidak terjebak badai salju. Para gubernur negara bagian pun mengumumkan pada warganya untuk tidak keluar rumah dan kalaupun harus bepergian, mereka menganjurkan warganya menggunakan transportasi masal.

Badai salju kali ini tidak akan sebesar pada tahun 2010 yang mendapat julukan Snowmageddon 2010. Bencana itu benar-benar meluluhlantakan Pantai Timur AS dan ketebalan salju mencapai 17 inci. Pengamat mengatakan bahwa ketebalan salju tahun ini diperkirakan mencapai 8 hingga 12 inci. Akan tetapi, mereka menghimbau warga untuk segera mempersiapkan diri dengan menimbun bahan pangan dan obat-obatan bila skenario terburuk muncul.

Walikota New York, Bill de Blasio telah memberikan peringatan pada warganya untuk tidak keluar rumah pada hari Sabtu dan Minggu. Untuk wilayah tersebut, pengamat memprediksi bahwa badai salju akan menerjang New Jersey, New York hingga Long Island. “Salju akan mulai turun dari Sabtu pagi hingga Minggu sore,” tutur pengamat cuaca. “Kita saat ini akan menghadapi badai salju yang besar,” kata Blasio. Kekhawatiran utama di wilayah New York bukan salju, melainkan angin yang dapat menyebabkan penumpukan salju.

Bukan hanya kota New York yang akan bersiap-siap menghadapi badai salju, ibukota Washington DC pun tengah melakukan hal serupa. Pada tahun 2010 lalu, Washington DC sempat lumpuh karena ketebalan salju mencapai 17 inci. Tahun ini ketebalan salju mencapai dua inci saja. Namun demikian, hal tersebut bukan berarti tanpa masalah. Sejumlah ruas jalan di ibukota AS harus terhambat karena beberapa kendaraan tidak bisa melintas akibat ketebalan salju yang cukup mengganggu. Bahkan, kendaraan kepresidenan pun ikut terhambat.

Pakar metrologi dari National Weather Service, Peter Burke menjelaskan bahwa badai salju di beberapa wilayah akan berakibat pada pemadaman listrik. “Warga dihimbau tetap di dalam rumah dan memiliki suplai makanan dan obat-obatan yang cukup,” kata Burke. “Kita akan menghadapi badai salju terbesar,” lanjutnya.

Gubernur Maryland, Larry Hogan mengatakan bahwa wilayahnya sudah siap untuk menghadapi badai salju. “Kami telah menyiapkan 3000 personil dan 350.000 ton garam jika badai salju semakin parah,” tambahnya. Di sela-sela konferensi pers, Gubernur Hogan mengatakan bahwa butuh waktu satu minggu bagi personilnya untuk membersihkan jalan dari salju yang menumpuk.

 

Iqbal Ramadhan