• Rabu, 22 November 2017

IHSG Jakarta Turun 0,5 Persen Pasca Bom Sarinah

stock market

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jakarta ditutup melemah dengan persentase sekitar 0,5 persen. Penurunan ini tidak terlepas dari teror bom yang menimpa Jakarta di bilangan Sarinah pagi tadi. Bukan hanya teror bom yang menjadi indikator penurunan, Bank Indonesia pun memutuskan untuk memotong nilai suku bunga. Akibat dua pukulan telak tersebut, akhirnya IHSG hari ini ditutup di angka 0,5 persen. Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar masih di kisaran angka 13.900.

Pelaku pasar dan pialang saham adalah yang paling dirugikan akibat serangan teroris ini. Banyak kalangan profesional menilai bahwa pasar sangat membenci ketidakpastian. Ketidakstabilan politik dan keamanan di Jakarta turut memengaruhi sentimen pasar. Posisi IHSG sendiri ditutup di posisi 4.456 poin. Posisi tersebut dinilai beberapa kalangan cukup rendah dibandingkan kemarin.

Sikap Bank Indonesia yang memotong nilai suku bunga menjadi 7,25 persen tidak ada kaitannya dengan aksi terorisme, menurut kalangan analisis pasar saham. Pemotongan nilai suku bunga diharapkan Bank Indonesia dapat memperbaiki sentimen pasar yang sedang turun. Tindakan ini merupakan yang pertama setelah pemotongan nilai suku bunga dilakukan Bank Indonesia sekitar 11 bulan yang lalu.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung menyatakan bahwa aksi terorisme yang sempat mengguncang Jakarta memang sempat berdampak pada pasar valas. “Bank Indonesia tetap terus memantau posisi nilai tukar uang dan pergerakan pasar,” kata Juda Agung. “Memang ada pergolakan, tetapi kita (red-BI) masih terus memantau,” tambahnya. Juda Agung pun menjelaskan bahwa para pelaku pasar tidak perlu khawatir terkait kestabilan pasar.

“Kondisi perekonomian fundamental Indonesia masih terjaga dengan baik,” ujarnya dengan optimis. Juda Agung menambahkan bahwa dari sisi defisit transaksi masih optimal. “Upaya pemulihan masih terus ada sehingga tidak ada alasan untuk terus melemah,” tegas Juda Agung. Data Bloomberg menunjukkan, pukul 10.35 WIB rupiah di pasaran berada di posisi 13.837. Pada pukul 10.55 WIB atau sesaat setelah ledakan dan baku tembak terjadi, mata uang garuda langsung melorot ke posisi Rp 13.943 per dolar AS.

Pukul 11.15 WIB, rupiah melorot ke posisi 13.981, melemah 146 poin dibanding penutupan kemarin pada 13.385. Namun, saat ini rupiah mulai pulih dan kembali ke kisaran 13.800. Pukul 15.00 WIB, mata uang garuda berada di posisi Rp 13.857 per dolar AS. Adapun kurs tengah BI hari ini tercatat melemah 0,12 persen dibanding sebelumnya, ke posisi 13.877.

Tag:,
Iqbal Ramadhan