• Rabu, 22 November 2017
HR

60 Persen Pekerja Wanita Silicon Valley Alami Pelecahan Seksual

career woman

Silicon Valley adalah surga bagi mereka yang ingin mengembangkan karir di bidang teknologi. Facebook, Google, Apple dan Twitter adalah tempat impian bagi mereka yang mendambakan bekerja di sana. Walaupun begitu, sebuah survei yang dilakukan oleh Trae Vassalo, Ellen Levy dan Michele Madansky menyatakan bahwa sekitar 60 persen pekerja wanita Silicon Valley mengalami kasus pelecahan seksual. Mereka menyebutkan bahwa mayoritas karyawati di sana mengakui pernah mendapatkan tindakan yang tidak senonoh, sedangkan kaum prianya sama sekali tidak mengetahui atau merasa.

Survei ini dilakukan setelah mereka menangani kasus hukum yang melibatkan Ellen Pao dan Kleiner Perkins Caufield & Byers (KPCB). Kasus tersebut sempat menghebohkan dan media menyebutnya sebagai kasus Elephant in the Valley. Dalam kasus itu, Ellen menuntut KPCB karena telah melakukan diskriminasi gender dan pelecehan seksual. Awal mula kasus ini bermula ketika Pao menyudahi hubungan gelapnya dengan salah satu kolega prianya. Tidak terima dengan perlakuan tersebut, kolega pria tersebut melakukan aksi balas dendam dan mengancam karir Pao.

Menurut hasil survei tersebut, 90 persen dari 220 wanita yang diwawancarai oleh mereka menyatakan pernah melihat aksi pelecehan seksual di tempat kerjanya. Bahkan, 87 persen dari mereka mengatakan sering kali mendapatkan olok-olok yang menyinggung harga diri mereka sebagai wanita. Dilihat dari rentang usia, 77 persen yang mereka wawancarai berusia sekitar 40 tahun ke atas. Tiga perempat dari mereka bahkan sudah memiliki anak. Satu dari empat wanita yang menjadi korban adalah top manager.

Beberapa hasil survei yang disampaikan mereka adalah mayoritas wanita yang diwawancarai bekerja di perusahaan teknologi ternama seperti Google dan Apple, serta perusahaan yang bermukim di wilayah Silicon Valley dan San Fransisco. Vassalo pun memaparkan hasil lainnya bahwa 39 persen wanita yang mengalami pelecehan seksual tidak pernah mau melapor pada otoritas perusahaan. Tiga puluh persen di antaranya ingin melupakannya dan 60 persen wanita tidak puas dengan sanksi yang diberikan.

Tindakan menyinggung harga diri wanita ini bahkan sudah dialami oleh mereka pada saat interview. Sekitar 75 persen wanita tersinggung ketika perusahaan menanyakan hal pribadi seperti keluarga, status pernikahan dan anak. Adapun 40 persen di antaranya lebih suka tidak membicarakan kehidupan pribadinya dan 52 persen wanita memilih mengambil sedikit cuti hamil agar tidak mengganggu karir mereka.

Iqbal Ramadhan