• Kamis, 23 November 2017

Saudi Sumbang 30 Persen Minyak Dunia

minyak dunia, Saudi, Rusia, Kuwait, Irak, OPEC

Harga minyak dunia mencapai angka paling rendah dalam tujuh tahun terakhir, saham negara-negara produsen terbesar minyak anjlok. Sebagai negara penghasil minyak terbesar, nilai yang terus terus menurun ini menggambarkan penerimaan negara-negara tersebut. Saudi Arabia sebagai negara dengan tingkat ekonomi terbesar di Uni Emirat Arab akan melaporkan anggaran 2016 pada minggu ini. Uni Emirat Arab merupakan penyumbang 30% dari cadangan minyak dunia.

Kepala Institusi Dagang yang berbasis di Dubai, Hisham Khairy mengatakan bahwa saat ini ia tidak menyarankan membeli apapun dalam pasar modal dalam waktu dekat. Kuwait dan Qatar telah melontarkan isu pinjaman untuk meningkatkan anggaran negara yang defisit sementara likuiditas bank terkuras dan sebagian bank sentral dalam regional tersebut telah menaikkan biaya pinjaman dengan Federal Reserve. Sementara benchmark untuk setengah jumlah minyak mentah dunia, Brent, turun hingga 36,88 dolar AS per barel.

Sementara itu pengapalan minyak Saudi meningkat hingga 7,364 juta barel per hari dalam satu bulan terakhir dari jumlah sebelumnya 7,111 juta pada September. Ekspor ini menjadi yang terbesar sejak Juni dan tujuh persen lebih tinggi dari ekspor pada Oktober 2014. Saudi memroduksi 10,28 juta barel per hari pada Oktober dan sebelumnya 10,23 juta pada September.

Irak dan Kuwait sebagai negara anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) terbesar ketiga dan keempat dalam ekspor minyak mentah juga mengalami kejatuhan jumlah ekspor pada Oktober lalu. Pengapalan minyak mentah Irak dalam kuartal terakhir menurun sebesar 0,344 yakni dari yang sebelumnya 2,708 juta barel per hari, menurun hingga 3,052 juta. Jumlah ini terus menurun dalam empat bulan terakhir. Hal yang sama terjadi pada Kuwait.

Pertarungan pasar modal di antara negara produsen minyak masih terjadi sepanjang tahun ini. Di tengah pertarungan tersebut, Rusia sebagai produsen terbesar ketiga di dunia saat ini memiliki jumlah produksi terbesar sejak jatuhnya Uni Soviet. Hal ini menambah luapan minyak yang melimpah di pasaran dunia dan menjadi salah satu alasan anjloknya harga minyak sejak 2009.

Grace Eldora