• Rabu, 22 November 2017

Pesawat Tempur Jatuh Setelah Gagal Manufer

pesawat tempur

Sebuah pesawat tempur ringan TNI AU jenis T-50i Golden Eagle jatuh di pinggiran Pangkalan Udara Adisucipto, Yogyakarta, Minggu (20/12). Kecelakaan ini diduga terjadi akibat kegagalan manufer akrobat dalam acara Gebyar Dirgantara. Dalam kecelakaan tersebut, dua korban dinyatakan tewas. Kedua korban tersebut adalah Komandan Skadron Udara 15 Letkol Penerbang Marda Sarjono dan Kapten Penerbang Dwi Cahyadi.

Banyak pihak masih berspekulasi mengenai berfungsi atau tidaknya kursi pelontar pesawat T-50i Golden Eagle itu. Mengenai hal ini, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Dwi Badarmanto mengatakan bahwa akan ada pemeriksaan lebih lanjut. “Ini (kursi pelontar) akan kami investigasi dulu,” ujarnya. Sementara itu, investigasi ini akan dipimpin Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya Hadiyan Sumintaatmadja.

Investigasi tersebut akan mengusut mengenai beberapa hal, yakni mencari fakta dan analisis satu per satu terkait faktor kesalahan manusia (human error), mesin, media, misi, dan manajemen (lima M) untuk menemukan masalah yang menjadi penyebab kecelakaan. ” Nanti akan kami jelaskan secara teknis bagaimana kondisi pilot ketika pesawat mau terbang,” ujar Dwi. Hasil investigasi ini paling cepat akan diselesaikan dalam hitungan bulan namun, Dwi mengatakan, bisa diselesaikan dalam hitungan tahun.

Kejadian ini menambah daftar kecelakaan pesawat di Indonesia. Jet tempur T-50i yang dipesan Indonesia dari Korean Aero Industries (KAI) sempat melakukan aksi terbang rendah disaksikan ribuan penonton. Pesawat yang mampu mencapai kecepatan supersonic ini merupakan kerja sama antara KAI dengan dengan Lockheed Martin, perusahaan ternama asal AS yang bergerak di bidang pengembangan teknologi penerbangan dan keamanan. Golden Eagle T-50 merupakan pesawat tempur pertama buatan Korea Selatan yang bisa mencapai kecepatan supersonic.

Golden Eagle T-50 telah digunakan oleh Indonesia sejak akhir 2013. sebelumnya, Indonesia menggunakan pesawat tempur jenis pesawat Hawk MK-53. Total ada 16 pesawat yang dipesan Kementerian Pertahanan dan masuk secara bertahap.

Grace Eldora