• Kamis, 23 November 2017

IMF Tetapkan Yuan Sebagai Mata Uang Global

Yuan, IMF, global

Yuan, mata uang Tiongkok ditambahkan menjadi mata uang global menjadi salah satu titik poin sejarah perkembangan negara dengan perekonomian kedua terbesar di dunia tersebut. Sekaligus juga menunjukkan bahwa perekonomian Tiongkok berkembang lebih cepat di tengah kancah perekonomian dunia. Penetapan ini dilakukan oleh International Monetary Fund (IMF) beberapa waktu lalu. Saat ini Tiongkok memiliki lebih dari 15% keluaran bruto perekonomian global, setara dengan tiga kali lipat dai keluaran satu dekade yang lalu.

Mata uang Tiongkok tersebut akan ditambahkan dalam kelompok mata uang cadangan. Yuan yang juga disebut renminbi juga akan termasuk dalam mata uang global lainnya seperti dolar Amerika Serikat, euro Eropa, yen Jepang, dan pound Inggris. Seluruh mata uang tersebut tergolong kelompok mata uang dengan Hak Penarikan Khusus atau Special Drawing Rights yang digunakan IMF untuk membuat pinjaman darurat untuk 188 negara anggotanya. Desain baru IMF tersebut akan mulai memberi dampak pada September 2016.

Selama beberapa tahun terakhir, Tiongkok menunjukkan usahanya untuk mendapatkan pengakuan mata uangnya sebagai mata uang internasional. Usaha-usaha tersebut di antaranya adalah Tiongkok menerapkan kebijakan kendali ketat pada mata uangnya dan mengadakan reformasi pada sektor keuangannya. Pengambilan keputusan ini oleh IMF juga dianggap sebagai bukti melemahnya pengaruh Eropa terhadap pasar keuangan dunia. Hal ini dianggap sebagai pengganti sebagian peran mata uang euro dalam Hak Penarikan Khusus dan dengan cepat mulai menggantikan mata uang Eropa tersebut. IMF juga memberi penekanan lebih besar pada yuan dibandingkan dengan yen dan pound.

Mata uang yuan akan memiliki pemberatan 10.92% dalam data perbandingan mata yang global. Dolar AS sebesar 41.73% (dari yang sebelumnya sejumlah 41.9%), Euro diberatkan 30.93% (dari sebelumnya 37.4%) , yen Jepang pada 8.33% (dari sebelumnya 9.4%), dan pound Inggris 8.09% (dari 11.3%).

Dibandingkan dengan meningkatnya peran yuan dalam perekonomian global, dolar AS masih mendominasi sektor keuangan dan pasar global. Dolar AS disebut-sebut sebagai “mata uang cadangan unggulan dunia” yakni sebagai mata uang yang paling banyak digunakan sebagai deposito di seluruh dunia. Hal ini dikarenakan para investor masih punya kepercayaan besar untuk mampu memiliki akses untuk pertukaran uang dengan dolar AS. Managing Director IMF Christine Lagarde mengatakan, keputusan IMF terkait yuan merupakan salah satu tonggak sejarah integrasi perekonomian Tiongkok dalam sistem keuangan global.

“Ini merupakan pengakuan bahwa pemerintah Tiongkok berhasil memberi perubahan besar pada perekonomiannya dalam tahun-tahun terakhir dalam reformasi moneter Tiongkok dan sistem finansial,” ujar Lagarde. Namun di samping itu, yuan menambah risiko-risiko sebagai salah satu mata uang global. Dengan ini, Tiongkok diberi batasan melakukan bisnis dan membatasi individu melakukan transfer dana ke luar negeri. Jika Tiongkok semakin membuka pasarnya, maka perekonomiannya akan semakin terpapar sehingga muncul risiko modal mengalir ke luar.

Tag:, ,
Grace Eldora