• Rabu, 22 November 2017

Keamanan Negara Pengaruhi Risiko Finansial Eropa

Europe, Euro, interest, risk

IMF telah memproyeksikan pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) dunia pada persentase sekitar 3%. Negara-negara dari Zona Euro seperti Inggris dan Jerman juga mencatat beberapa risiko terkait stabilitas finansial. Wakil Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Vitor Constancio mengatakan bahwa sekarang ini Zona Euro dalam kondisi keuangan dengan tingkat resiko rendah. Secara umum, beberapa indikasi menunjukkan posisi Zona Euro dalam siklus perekonomian sangat berkaitan dengan laju pasar modal. Vitor menyampaikan risiko negara-negara Zona Euro, namun masih dalam siklus anggaran dan tekanan lebih rendah dari pasar di berbagai belahan dunia lainnya secara khusus Amerika Serikat.

Beberapa risiko pokok yang disampaikan Vitor menyangkut peluang aset pasar keuangan, peningkatan hasil obligasi, dan merosotnya harga komoditas sehingga menyiratkan kerugian modal pada lembaga keuangan. Ada beberapa pemicu dalam hal ini, pertama adalah kemungkinan spill over effect jika peningkatan suku bunga AS juga dalam perlambatan pertumbuhan. Kedua, kerawanan di pasar keuangan negara-negara dunia, dan akhirnya pinjaman umum dari nominal kotor di wilayah AS. Ketiga poin utama ini yang memicu risiko yang belum dipastikan muncul atau tidak munculnya pada 2016. Vitor mengatakan bahwa efek yang terjadi pada negara-negara Zona Euro akan terkena pengaruh tidak langsung stabilitas global.

Kedua kemungkinan ini, baik langsung maupun tidak langsung, negara-negara Eropa masih memiliki keterkaitan langsung dengan tingkat suku bunga di AS. Vitor menitikberatkan beberapa perbedaan antara Eropa dan AS. “Situasi perekonomian di Eropa berbeda, fundamentalnya berbeda, kebijakan moneter berbeda, dan di waktu mendatang bahkan akan lebih berbeda. Maka di pasar Eropa masih akan mampu bertahan jika terjadi sesuatu pada pasar AS. Pemulihan ekonomi akan terus berlangsung dan salah satu elemen yang menjadi poin penting jika spill over effect untuk emerging market akan muncul dengan cara signifikan.

Wakil Presiden ECB tersebut mengatakan bahwa pihaknya tidak berharap perbedaan bentuk perekonomian Eropa dan AS menjadi terlalu signifikan sementara Eropa telah memiliki alat kebijakan tersendiri dalam meningkatkan stabilitas negara-negara wilayah Euro, sementara juga memiliki tujuan yang telah ditentukan. Langkah yang akan diambil Zona Euro akan tetap sesuai dengan tujuan tersebut dan dalam menentukan stabilitas harga, maka tidak ada dampak langsung dari AS terhadap Zona Euro. Saat ini inflasi yang terjadi di Eropa masih sangat rendah dan Eropa masih mencoba untuk menjamin kestabilan harga. Sisanya akan tergantung bagaimana reaksi pasar terhadap kebijakan Zona Euro secara ketat menentukan kebijakan yang sangat dipengaruhi oleh faktor domestik.

Terkait situasi keuangan negara-negara lainnya, Vitor juga mengatakan bahwa situasi keamanan juga bisa berdampak pada perekonomian global. “Ada risiko geopolitik, tidak diragukan lagi. Di beberapa tempat khususnya, isu keamanan lebih signifikan dibandingkan di beberapa belahan dunia lainnya. Tentu saja terorisme di eropa itu sendiri akan berimbas pada keyakinan pasar, berimbas pada tingkat risiko, dan level konsumsi. Semua hal ini dapat memperburuk situasi pasar keuangan. Negara-negara telah memperketat keamanannya masing-masing,” ujarnya. Menurutnya, dampak langsung isu ini terhadap perekonomian akan terasa lebih besar.

Di sisi lain, Andreas Dombret yang merupakan Board Member Bundesbank berbicara mengenai iklim perbankan berbasis Jerman. Dia mengatakan bahwa perbankan di negara tersebut masih sangat sensitif terhadap risiko terkait situasi dari luar. Bank Jerman tidak menempatkan porsi besar di pasar modal, namun lebih menekankan pada dasar pinjaman dan kredit ekonomi. Maka yang terjadi adalah semakin kecil bank tersebut, maka akan semakin tergantung pada tingkat bunga pendapatan. Dengan memberikan bunga sangat rendah, maka situasi bank tersebut akan semakin sulit. Makin besar bank tersebut, mereka juga tetap menghasilkan keuntungan dari usaha dagang dan sumber lain, sehingga mereka tidak dapat banyak tergantung hanya pada pendapatan bunga.

Apa yang menarik sangat mengenai rendahnya tingkat investasi adalah berapa lama jangka waktu investasi tersebut. Semakin lama Anda jangka waktu ini, maka akan semakin sulit bagi bank tersebut. Faktanya bahwa para kreditor akan mengambil kredit, mungkin dalam jangka panjang yang akan mempersulit bank tersebut. Saat ini Jerman telah mengurangi jumlah ekspornya, khususnya ekspor ke Tiongkok.

Tag:, ,
Grace Eldora