• Kamis, 23 November 2017

Teknologi dalam Ekonomi dan Pemerintahan

teknologi, e-commerce, startup, pemerintahan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyatakan bahwa fokusnya saat ini adalah penggunaan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. “Misalnya papan tulis diganti dengan ponsel pintar, harganya mahal sekali. Tapi cara mengajarnya masih sama, bahan ajarnya masih sama. Jadi bagaimana teknologi bisa menyelesaikan masalah di pendidikan, bukan menerapkan teknologi di pendidikan. Ini dua hal yang berbeda,” jelasnya.

Selaras dengan itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyampaikan dukungannya terhadap penggunaan kemajuan teknologi dalam pemerintahan. “Hidup kita dimudahkan dengan teknologi. Sekarang bayangkan itu ada di pemerintahan. Maka apa yang saya lakukan, kita membuka data dengan transparan ke masyarakat sehingga pemerintahan di Indonesia khususnya di Kota Bandung jadi lebih cepat, lebih baik, dan lebih transparan, juga dibantu dengan (konsep) smart city,” terang Kang Emil, nama kecil Ridwan Kamil. Pihaknya juga menyatakan bahwa saat ini sedang membangun sistem data keamanan untuk pemerintah Kota Bandung.

Hal ini disampaikan dalam acara IDByte 2015 dengan tema “Connected Economy” yang digelar sebagai wujud kepedulian terhadap startup digital di Indonesia dan digelar setiap dua tahun sejak 2011. Sebelumnya acara ini telah menghadirkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, developer, dan berbagai startup.

Sejak 2013, IDByte telah mencari berbagai startup yang dianggap dapat mewakilkan berkembangnya industri teknologi komunikasi di Indonesia. Untuk itu, IDByte mengadakan seleksi untuk mencari startup ke empat kota di Indonesia. Dari situ ditemukan delapan startup yang sebagai hadiah akan berangkat ke Silicon Valley, Amerika Serikat, yang dikenal sebagai kawasan penghasil industri teknologi informasi terbesar di dunia.

CEO Bubu.com Shinta Dhanuwardoyo, mengatakan bahwa visi dan misi kegiatan ini adalah untuk meletakkan Indonesia di otak dunia sebagai negara yang berkembang dengan industri digitalnya. “Karena itu, event ini harus besar dan sampai terdengar ke luar dan bahkan kita mengundang beberapa media luar. Kita bikin noise sehingga negara luar bisa mengenal Indonesia sebagai salah satu world digital player,” ujarnya.

Menurut Shinta, setiap langkah memulai bisnis pasti berhadapan dengan risiko. Maka penting untuk berpikir bahwa fokus investasi bukanlah sekadar menanam dana, tapi juga bagaimana memberikan peluang bagi perusahaan startup agar bisa bersaing. “Kalau satu startup berhasil dan beberapa yang lainnya gagal, yang satu itu akan menutupi yang gagal tersebut,” ujarnya.

Dalam sebuah tayangan untuk acara ini, CEO AirAsia Tony Fernandes menyampaikan bahwa penting bagi perekonomian sekarang ini untuk saling terhubung. “Ini seperti membuat dunia semakin kecil. Supaya orang bisa cepat sampai ke daerah tujuannya. E-commerce perlu punya market dan disribusi aplikasi yang baik. Hal yang bisa dilakukan adalah kemampuan memahami konsumen untuk dapat memasarkan produk baru,” ujarnya.

Grace Eldora