• Kamis, 23 November 2017

Hari Listrik, Elektrifikasi Belum Merata

nasional, listrik, energi, Indonesia

Menyambut Hari Listrik Nasional ke-70, penyebaran listrik di Indonesia masih belum merata. Masyarakat Indonesia perlu diingatkan untuk memanfaatkan tenaga listrik dengan efisien, namun sebagian daerah belum diterangi lampu listrik. Saat ini, tercatat bahwa Rasio elektrifikasi nasional belum mencapai 100%. Masih banyak wilayah Indonesia yang belum mendapatkan listrik yang memadai.

Wilayah-wilayah ini termasuk daerah perbatasan. Satu hal yang ironis bahwa daerah penghasil energi seperti Kalimantan Timur tidak memiliki pasokan listrik yang layak. Selain itu, frekuensi pemadaman bergilir masih sangat sering terjadi di provinsi besar seperti Sumatera Utara.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir menyampaikan, momentum Hari Listrik Nasional harus dijadikan ajang peningkatan kualitas sektor energi listrik nasional. “Bagaimana kualitas itu dapat lebih baik, tarif dapat terjangkau,” ujarnya. Ia mengakui bahwa saat ini masih banyak gangguan dan pemadaman listrik di berbagai daerah. Menurutnya, hal ini dikarenakan kekurangan daya dan masalah teknis perangkat keras.

“Ada pemadaman, ada gangguan, pemadaman itu karena kekurangan daya. Gangguan itu karena masalah gardu, trafo, dan sebagainya,” jelas Sofyan. Selanjutnya, ia mengatakan bahwa gangguan yang masih sering terjadi disebabkan oleh perangkat keras yang sudah makin tua sehingga rentan rusak. Maka menurut sofyan diperlukan pembangunan dan peremajaan pembangkit listrik dan transmisi yang baru.

Tenaga listrik mulai digunakan di Indonesia sejak akhir abad ke-19. Saat itu beberapa pabrik gula dan teh milik Belanda membangun pembangkit listrik. Sejak ini, pembangkit listrik untuk keperluan lainnya mulai berkembang hingga pada Perang Dunia II perusahaan listrik dan gas yang ada diambil alih oleh Jepang.

Namun pengambilalihan ini tidak berlangsung lama karena pada saat Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, para pemuda dan buruh listrik dan gas mengambil alih kepemilikan perusahaan-perusahaan tersebut.

Hari Listrik Nasional diresmikan pada 27 Oktober 1945 saat pembentukan Djawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga. Pembentukan ini sesuai dengan Penetapan Pemerintah No. 1 tahun 1945.

Grace Eldora