• Kamis, 23 November 2017

Tren FinTech di Indonesia

fintech

Sejak krisis Yunani pada Mei hingga Juni disusul gerak menurun pasar modal Tiongkok, perekonomian Indonesia bisa dikatakan sedang dalam masa-masa tidak stabil. Namun di tengah ketidakstabilan ini, perusahaan startup dalam bidang e-commerce masih terus menunjukkan pergerakannya. Setelah kemunculan e-commerce, tren berikutnya yang muncul bagi para pengamat dunia digital adalah startup financial technology (fintech). Istilah ini mulai menyedot perhatian investor-investor global di Indonesia.

“Meski pasar modal sedang dalam ‘bearish mode‘, para investor digital global justru sedang ‘bullish‘ terhadap startup fintech di Indonesia,” terang Karaniya Dharmasaputra, Founder/ CEO Bareksa, sebuah portal finansial dan marketplace reksa dana.

Menyambut tren baru ini, sejumlah perusahaan di bidang fintech, keuangan, dan digital meluncurkan pendirian asosiasi perusahaan teknologi finansial yang diberi nama FinTech Indonesia. Perusahaan-perusahaan ini termasuk Bareksa, Kejora, CekAja, Doku, Bank Mandiri, Veritrans, dan Kartuku. Kegiatan ini dikemas dalam InvestDay 2015 yang mengangkat tema “FinTech: A Game Changer for Indonesia’s Financial World“.

Acara ini dihadiri oleh Menteri Perekonomian Darmin Nasution, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad, Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin, dan Regional Director IFC-World Bank Group Ivan Mortimer-Schutts, termasuk lebih dari 1.600 lebih pemimpin lembaga-lembaga keuangan, fund managers, komunitas FinTech, dan e-commerce, serta mahasiswa. Dalam acara ini digelar juga pameran lebih dari 30 perusahaan finansial dan fintech.

Dengan makin besarnya adopsi internet di Indonesia, dunia finansial pun merambah ke peluang teknologi informasi. Hal ini juga berlaku untuk investasi global. President Director Mandiri Sekuritas Abiprayadi Riyanto menyatakan dukungannya pada masyarakat, khususnya orang-orang muda, untuk mulai investasi di Indonesia.

“Perlu melihat tren index ke mana. Namun investasi ini perlu komitmen jangka panjang, misalnya tiga sampai lima tahun, dan investasi setiap bulan,” cetusnya. Dengan bertambahnya investor lokal, pertumbuhan perekonomian akan semakin kuat dan Gross Domestic Product (GDP) Indonesia akan bertambah. Pada akhirnya financial technology diperlukan sebagai wadah edukasi masyarakat Indonesia sehingga lebih melek keuangan.

Tag:
Grace Eldora