• Kamis, 23 November 2017

Transformasi Digital di Tengah Perbankan Indonesia

perbankan, Jokowi

Di tengah perekonomian dunia yang masih belum stabil ditambah dengan penguatan nilai mata uang dolar AS, Indonesia masih bertahan dengan nilai tukar terhadap dolar AS senilai Rp 14.264. Namun sampai saat ini, pertumbuhan kredit perbankan nasional masih tumbuh 15-16 persen. Hal ini disampaikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ketika bertukar pikiran dengan praktisi dunia perbankan dan pelaku-pelaku usaha secara langsung.

“Tadi Dirut BCA ngomong apa adanya. Dia bilang, Bapak nggak usah khawatir, perbankan tidak ada masalah. Perusahaan memang kalau untung gede diam, kalau turun baru ngomong,” katanya seloroh.
Presiden RI Joko Widodo menyampaikan hal ini pada pembukaan Indonesia Banking Expo (IBEX) 2015. Acara yang digelar hingga Jumat (11/9) ini mengambil tema “Pengembangan Perbankan Digital Dalam Memperluas Akses Keuangan dan Pelayanan kepada Masyarakat” sekaligus merupakan ajang yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas).

Pameran perbankan terbesar di Indonesia yang telah digelar untuk kelima kalinya ini diikuti oleh 36 bank, regulator, dan perusahaan IT. IBEX tahun ini ditujukan tidak hanya kepada kalangan perbankan dan sektor penunjang perbankan, namun juga menyasar kepada masyarakat umum, termasuk anak muda dan anak-anak sebagai edukasi perbankan.

Hari pertama pelaksanaan IBEX 2015 dibuka dengan penekanan tombol multimedia oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo didampingi Ketua Umum Perbanaas Sigit Pramono, Gubernur Bank Indonesia Agus D. W. Martowadjojo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Dharmansyah Hadad, dan juga Direktur Utama Bank BTN Maryono. Ketua Umum Perbanas Sigit Pramono mengatakan bahwa akan digelar juga seminar yang mengangkat tema “Peran Perbankan dalam Ekonomi Jasa dan Industri Kreatif. Ibex 2015 akan berfokus pada digital banking dengan jasa perbankan yang masih belum dapat diakses oleh 54 persen masyarakat Indonesia.

“Dari semua yang disipakan dalam IBEX ini tentu saja tidak cukup untuk mendapatkan suatu langkah konkret dalam waktu cepat bagi kita semua pelaku perbankan dalam melakukan perbaikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Tetapi minimal dari kegiatan ini ada masukan nyata yang bisa dan akan kita lakkan untuk masa depan perbankan Indonesia yang lebih baik,” jelas Sigit.

Dalam acara ini akan dilangsungkan beberapa aktivitas, diantaranya 9 seminar, talkshow, pameran dari bank-bank yang nasional dan beberapa bank asing. Perbankan Indonesia akan mengalami transformasi besar di seluruh aspek sosial dan ekonomi dengan adanya penerapan era digital dunia. Dengan mengandalkan infrastruktur dan teknologi informasi yang sudah ada seperti ponsel pintar atau perangkat berbasis internet, digital banking akan mampu mengurangi biaya operasional bank sekaligus memberikan kemudahan bagi penggunanya.

Grace Eldora