• Kamis, 23 November 2017

Prediksi Penurunan Euro

euro

Mata uang euro kemungkinan akan mengalami penurunan hingga 10 sen AS. Hal ini disampaikan oleh Goldman Sachs Group Inc. terkait bank sentral Eropa yang meningkatkan stimulan pelemahan mata uang sehingga memenuhi target inflasinya. Prediksi bank investasi Goldman Sachs adalah bahwa bank sentral Eropa akan mempertahankan quantitative easing (QE), sementara kurs saat ini mencapai 60 miliar euro (yakni sekitar 67,8 miliar dolar AS) per bulan hingga ke akhir 2016. Perpanjangan rencana ini dikabarkan akan berjalan hingga September 2016 dan akan seluruhnya berakhir pada pertengahan 2017.

Analis Goldman Sachs, Robin Brooks yang juga merupakan strategis mata uang di New York, menyampaikan bahwa penurunan mata uang euro akan sangat tergantung pada besaran QE dari bank sentral Eropa. “Kita mungkin akan melihat penurunan euro dengan jumlah sekitar enam hingga sepuluh sen,” katanya. Saat ini, mata uang euro setara dengan 1,1308 dolar AS, merosot 1,2% pada Jumat (18/9) yang merupakan penurunan terendah sejak akhir Agustus. Sementara itu, euro terhadap yen Jepang bergerak ke nilai 135,50 yen. Pasar mata uang Jepang akan dibuka kembali pada Rabu.

Euro menurun sejak akhir minggu lalu setelah anggota Executive Board bank sentral Eropa, Benoit Coeure, menyatakan bahwa kebijakan trajectories milik Eropa dan Amerika Serikat akan tetap jauh berbeda. Coeure dan anggota Executive Board lainnya, yakni Peter Praet, dijadwalkan untuk duduk bersama hari ini menyusul keikutsertaan Presiden bank sentral Eropa Mario Draghi pada hearing Parlemen Eropa di Brussels.

Sebelumnya, pada tiga bulan terakhir, mata uang euro menguat hingga 3,5%. Penguatan ini merupakan yang terbesar ketiga di antara mata uang dari 10 negara maju lainnya. Mata uang yen merupakan yang terkuat, yakni meningkat hingga 6,8% dan disusul dolar AS yang meningkat hingga 4,1%.

Tag:
Grace Eldora