• Kamis, 23 November 2017

Pemerintah Mulai Lirik Startup

startup, e-commerce, Menkominfo

Industri baru yang melibatkan teknologi mulai mendapat tempat di sektor perekonomian Indonesia. Bidang e-commerce mulai menjamur sehingga pemerintah perlu mengantisipasi arah perkembangannya. Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara menyatakan bahwa pihaknya mengapresiasi perusahaan teknologi yang baru muncul. “Pertumbuhan teknologi yang memberikan efisiensi tinggi harusnya kita dukung,” ujarnya.

Terkait dengan perusahaan teknologi milik asing yang mulai mendukung berkembangnya aplikasi teknologi yang baru, ia mengatakan, kerja sama tersebut perlu memberikan benefit kepada masyarakat indonesia. Contohnya sebuah perusahaan teknologi asal Tiongkok yang dalam programnya secara spesifik akan memberi benefit pada sektor pariwisata dan meningkatkan jumlah wisatawan asing dari negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia tersebut.

Sementara itu, di negara-negara tetangga, pemerintah mengalokasikan dana untuk mendukung perusahaan startup. Sebagai contoh, Singapura telah menginvestasikan total dana sebesar 71 juta dolar AS untuk sejumlah perusahaan startup dengan basis lokalnya. Brunei Darussalam memberikan insentif bagi setiap startup company yang memenuhi syarat yakni sebesar 50 ribu ringgit Brunei atau kurang lebih Rp 500 juta. Sementara bagi startup company yang berasal dari luar negeri dan relokasi ke Brunei akan menerima insentif sebesar 30 ribu ringgit Brunei atau setara dengan sekitar Rp 300 juta.

Kendati demikian, Rudiantara menekankan perlunya payung hukum yang jelas. “Harus startup yang legally incorporated di Indonesia. Ini suatu bentuk proteksi terhadap masyarakat ataupun konsumen Indonesia. Itu hal mendasar yang perlu di sini,” jelas Rudiantara. Lanjutnya, perlu ada pembahasan lebih mendalam dengan sektor-sektor yang terkait. “Pembahasan sekarang sedang difokuskan untuk mengeluarkan paket-paket ekonomi. Tunggu pembahasan selesai, Oktober akan di-endorse. Sebenarnya road map sudah ada sebagaiĀ acuan pengembangan e-commerce Indonesia,” terangnya.

Sebelumnya, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri optimistis Indonesia tetap menjadi salah satu negara tujuan investor Tionghoa di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi global. “Indonesia masih tetap dilihat, didengar oleh banyak kalangan masyarakat dari China overseas,” ucapnya.

Grace Eldora