• Kamis, 23 November 2017

Imbas Kabut Asap Makin Besar

kebakaran, hutan, lahan, SUmater, Kalimantan

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan terus berdampak lebih besar. Jika ini terus berlanjut tanpa penanganan lebih lanjut, imbasnya akan menyentuh sektor ekonomi kecil dan menengah. Proses bisnis yang stagnan akan jelas mengurangi pendapatan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh ekonom Singapura di Barclays, Wai Ho Leong. Tidak hanya itu, sektor pariwisata juga akan terhambat dan banyak wisatawan asing membatalkan rencana perjalanannya.

Kekhawatiran ini merambat hingga ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Menurut data yang dikompilasi oleh Global Forest Watch menunjukkan bahwa titik api di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan berpengaruh pada kualitas udara di beberapa kota di sekitarnya. Kualitas udara di kota-kota yang terpengaruh, menurut data, telah mencapai level berbahaya.

Alat pengukur polutan untuk Palangkaraya, Kalimantan Timur, misalnya. Menurut Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), angka polutan naik ke titik 1.519,3. Sementara itu, alat pengukur polutan di Kalimantan Barat bergerak naik menjadi 485,54 dan di Palembang, Sumatera Utara, bertambah menjadi 769,31.

Hal ini juga memicu bertambahnya jumlah pasien infeksi saluran pernapasan. Masyarakat yang berada di wilayah titik panas atau wilayah sekitarnya yang masih terkena kabut asap dianjurkan untuk menggunakan penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko kesehatan yang mungkin terjadi.

Kabut asap mengandung partikel dengan ukuran 2.5 micron atau lebih kecil dari itu. Karena itu sangat dianjurkan untuk menggunakan masker yang cukup untuk mengurangi masyarakat menghirup polutan di udara, setidaknya dengan efisiensi 95% untuk partikel berukuran 0,1 hingga 0,3 mikron.

Presiden Joko Widodo berpendapat bahwa kunci mengatasi kebakaran yang terus membesar pada hutan dan lahan adalah kanalisasi. “Segera lakukan kanalisasi dan harus besar-besaran,” cetus Presiden Jokowi saat meninjau kebakaran hutan di Desa Henda, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah pada Kamis (24/9). Lokasi kebakaran hutan berada di pinggir jalan Trans Kalimantan. Dalam pembangunan kanal ini, Presiden meminta TNI dan warga setempat untuk berkontribusi.

Grace Eldora