• Kamis, 23 November 2017

Gejolak Mata Uang Korea dan Australia

mata uang, Korea, Australia

Cadangan mata uang asing Korea Selatan telah menurun pada Agustus. Ini menunjukkan bahwa ada kemungkinn campur tangan bank sentral Korea Selatan untuk membendung pergerakan mata uang Won. Cadangan mata uang asing ini menurun sebesar 2,88 triliun dolar AS menjadi 367,94 triliun dolar AS.

Satu bulan sebelumnya, penurunan terjadi sebesar 3,93 triliun dolar AS yang menjadi kemerosotan terbesar Korea Selatan dalam tiga tahun terakhir. Mata uang Won turun ke nilai 1.199,68 per dolar Amerika pada 24 Agustus, yang merupakan level terendah dalam empat tahun terakhir. Bank sentral Korea Selatan sempat menyatakan pentingnya usaha menenangkan pasar.

Joen Seung Ji, analis mata uang di Samsung Futures Inc., menyatakan bahwa penurunan ini menunjukkan bahwa pihak yang berwenang telah menjual dolar AS di pasaran. Pemerintah Korea Selatan, menurut Joen, akan menyesuaikan laju penurunan yang ditunjukkan oleh cadangan mata uang asing. Jika begitu, pergerakan mata uang Asia akan bisa fokus untuk sementara waktu. Namun salah satu oknum yang tidak ingin disebutkan namanya, Korea Selatan tidak membenarkan adanya intervensi pemerintah.

Sementara itu, penjualan retail Australia tidak diduga anjlok pada Juli 2015. Kejatuhan ini adalah yang pertama kalinya sejak Mei 2014. Penurunan ini menyebabkan harga bahan baku turun hingga 1,9% yang merupakan penurunan paling besar dari enam kategori lainnya. Sektor retail menurun 0,6%, penjualan bahan pangan masih bertahan di nilai yang sama pada Juli, sementara industri tekstil naik hingga 2,9%.

Data pemerintah Australia menunjukkan ekspansinya mereda pada kwartal terakhir. Hal ini dikarenakan penurunan ekspor Tiongkok yang merupakan mitra dagang utama Australia. Dalam laporan yang terpisah, diindikasikan kondisi ini akan mulai membaik dengan kenaikan 2% dan jumlah defisit mengecil menjadi 1,73 triliun dolar AS dari jumlah sebelumnya.

Grace Eldora