• Kamis, 23 November 2017

Benefit Obligasi Indonesia dan Malaysia Tertinggi di Asia

Abacus_background (1)

Nilai obligasi Indonesia dan Malaysia masih merupakan negara-negara Asia yang dianggap paling mendapat benefit dari keputusan Federal Reserve terhadap meningkatnya suku bunga. Hal ini disebabkan oleh tingginya kepemilikan asing terhadap obligasinya.

Analis credit Gaurav Singhal dari Nomura Holdings Inc menyampaikan hal ini. “Kami berharap Indonesia dan Malaysia mendapatkan benefit paling besar dari keputusan Fed karena tingginya kepemilikan asing dari sekuritas kedua negara ini.”

Dengan ini, akan muncul perubahan dari pinjaman negara-negara ini setelah perlambatan pertumbuhan Asia Tenggara bulan lalu, devaluasi mata uang Tiongkok, dan kenaikan suku bunga Amerika yang memicu selloff. Proses ini juga memacu devaluasi Rupiah dan Ringgit pada awal bulan ini ke nilai terendahnya sejak krisis 1998. Sesuai turbulensi ini, Fed Chair Janet Yellen menyatakan bahwa para pembuat keputusan cenderung lebih fokus pada kondisi Tiongkok dan perkembangan pasar.

“Persediaan dolar AS di Asia akan tetap pada jumlah yang cukup,” kata Mark Reade, analis Mizuho Securities Asia Ltd. di Hongkong. Nilai penjualan dengan mata uang dolar AS oleh perusahaan-perusahaan Asia, tidak termasuk Jepang, telah menurun hingga 7,4% tahun ini ke angka 126,1 miliar dolar AS. Hal ini disebabkan banyaknya perusahaan, termasuk para developer Tiongkok, telah berbalik ke pasar finansial domestik untuk menghindari risiko pertukaran mata uang asing dan rendahnya pendanaan.

Sementara itu, perusahaan rating untuk saham dan obligasi Standard and Poor’s, (S&P) menyatakan bahwa saat ini hutang Jepang untuk pertama kalinya dinilai lebih berisiko dibandingkan Korea Selatan. Namun pernyataan ini masih belum meyakinkan pasar obligasi. Menurut S&P, kesenjangan antara risiko obligasi Jepang dan Korea Selatan semakin jauh.

Sementara perekonomian Korea Selatan dianggap masih lebih baik dibandingkan sebagian negara lainnya, Jepang masih merupakan satu-satunya negara termaju di Asia. Hal ini disampaikan oleh Seo Jeong Hun, ekonom KEB Hana Bank.

Tag:
Grace Eldora