• Kamis, 23 November 2017

Mega Merger Perusahaan Asuransi Buka Risiko Teknologi Terbaru

mega merger

Perusahaan asuransi terbesar kedua di AS yaitu Anthem akan membeli rival mereka yaitu Cigna dengan harga merger sebanyak 48 miliar dolar AS. Sedangkan Aetna akan membeli perusahaan asuransi lainnya yaitu Humana dengan harga merger sekitar 37 miliar dolar AS. Mega merger yang dilakukan oleh dua perusahaan tersebut tidak terlepas dari keinginan untuk mengembangkan ekspansi bisnis asuransi mereka.

Namun demikian, beberapa pakar teknologi mengkhawatirkan bahwa mega merger tersebut justru akan membuka risiko khususnya risiko teknologi. Seperti yang telah diketahui sebelumnya, Anthem kini sedang di bawah pengawasan FBI terkait kebocoran data yang menelan 80 juta akun nasabah mereka. Kebocoran data itu terjadi di bulan Februari tahun 2015 ini. Bahkan Anthem kini sedang menghadapi risiko legal yang mengharuskan mereka membayar denda dan kompensasi pada nasabahnya.

CEO dari CynergisTek, Mac MacMillan, sebuah firma konsultan keamanan teknologi mengatakan bahwa merger itu secara bisnis memang menguntungkan, tetapi secara teknologi ada risiko baru yang harus dihadapi. Pemerintah AS sebelumnya telah mengaudit sistem server Anthem dan terdapat indikasi bahwa perusahaan asuransi itu tidak menerapkan enkripsi pada data nasabah mereka sehingga mudah untuk dicuri.

“Permasalahan utama ketika merger jika dilihat dari sisi risiko teknologi adalah siapa yang boleh mempunyai akses pada data yang bersifat rahasia,” tegas MacMillan. Menurutnya, perusahaan asuransi memiliki masalah risiko teknologi yang sama. “Secara pribadi, saya melihat top management belum memberikan perhatian khusus pada aspek risiko teknologi ketika mereka memutuskan untuk merger,” lanjut MacMillan.

Sedangkan pengacara dari Silicon Valley Law Firm, Stephen Wu mengatakan bahwa ada masalah risiko legal dari merger tersebut. Pengacara yang memfokuskan diri pada bidang teknologi dan privasi itu mengatakan bahwa ketika sebuah perusahaan merger besar kemungkinan ada perampingan pegawai. Staf atau pegawai yang terkena perampingan dan memiliki akses pada data rahasia perusahaan umumnya akan dipekerjakan selama beberapa waktu.

“Pada masa-masa itulah, perusahaan sangat mungkin terkena ancaman kebocoran data dan pelanggaran privasi. Semuanya akan mengarah pada risiko legal,” tegas Wu. Senada dengan MacMillan, Wu pun mengatakan bahwa saat merger, perusahaan asuransi perlu melihat risiko lainnya di samping risiko bisnis. “Pembatasan akses data rahasia saat merger perlu diperhitungkan untuk menghindari risiko legal dan teknologi,” papar Wu.

Tag:
Iqbal Ramadhan