• Kamis, 23 November 2017

Idea Festival 2015

Benchmarking, Indonesia, Eropa, Australia

Tren yang sekarang mulai marak di Indonesia adalah industri kreatif. Banyak pula para pelaku bisnis kreatif yang telah menunjukkan ide menjadi sebuah bisnis yang berkembang. Bukan hanya pemuda, bahkan yang menjadi startup atau pemula dalam bidang entrepreneurship banyak dilakoni oleh mereka dengan usia yang bisa dikataka cukup matang.

Sebut saja Wahyu Wrehasyana, Founder Yessboss. Perusahaan ini merupakan bisnis yang memanfaatkan teknologi dan budaya orang metropolitan Indonesia, yakni gadget. Peranti yang selalu menjadi pelengkap seseorang setiap saat diambil menjadi peluang bisnis yang dapat dikembangkan. Kreatifitas Wahyu memanfaatkan aplikasi ini akhirnya membuahkan hasil.

Yessboss adalah asisten virtual pribadi yang dapat dimanfaatkan untuk semua kebutuhan. Cukup mengirimkan teks, maka aplikasi ini akan memberikan makanan yang dipesan customer. Selain makanan, user dapat memesan tiket penerbangan ke tempat tujuan yang dipilih, membeli tiket nonton film, reservasi meja makan malam, atau bahkan memberikan tips-tips untuk hampir semua jenis topik.

Pemikiran ini dimulai dari anggapan bahwa aktivitas manusia semakin cepat sementara akses transportasi sering kali terhambat, salah satunya karena kendala kemacetan. Dalam menjalankan bisnis yang memangfaatkan aplikasi iOS dan Android, masyarakat seakan diberi asisten pribadi yang membantunya mengerjakan tugas sehari-harinya.

Namun bisnis serti ini tidak terlepas dari berbagai macam risiko. Wahyu berbagi pengalaman ketika pernah salah satu customer meminta untuk melakukan transaksi pengiriman hewan liar. Kejadian seperti ini jarang terjadi, namun tingkat risikonya cukup besar. “Sekarang kami memiliki divisi legal yang membantu perusahaan mengelola risiko seperti ini”, terangnya.

Ben Soebiakto, Festival Director IDEAFEST 2015 mengungkapkan,”Tahun ini Ideafest 2015 hadir dengan tema Creativity With Purpose. Kami percaya bahwa bisnis yang baik seharusnya memiliki manfaat tidak hanya bagi pemiliknya, tetapi juga bagi masyarakat sekitarnya. Bisnis membutuhkan kreativitas, tetapi kreativitas harus memiliki tujuan. khususnya tujuan untuk kemaslahatan publik.”

Acara yang berlangsung selama dua hari ini memiliki tujuan untuk menyebarkan semangat social entrepreneurship, khususnya kepada anak muda di Indonesia.

Social entrepreneurship sederhananya adalah pebisnis yang tidak hanya memikirkan kepentingan materi semata, namun juga memikirkan untuk membangun usaha yang dilatarbelakangi adanya permasalahan sosial di lingkungan sekitarnya dan keuntungan usahanya itu digunakan untuk membantu menyelesaikan permasalahan sosial di lingkungan sekitarnya.

Grace Eldora