• Kamis, 23 November 2017

El Nino Indonesia: Kerahkan Sistem Cegah dan Tangkal

el nino

Dampak El Nino masih terus dirasakan warga di sebagian wilayah Indonesia. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika gelombang panas ini diperkirakan terus berjalan hingga November 2015. Kondisi ini menyebabkan mundurnya musim hujan sehingga masa musim kemarau semakin panjang, mengakibatkan kekeringan yang hampir merata.

Ancaman panas ini dirasakan paling besar di sekitar wilayah dengan sektor industri pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, tahun 2015 sekitar 111.000 hektar mengalami kekeringan dan sekitar 8.000 ha gagal panen. Angka ini sudah berkurang setelah tahun lalu 200.000 ha luas lahan dengan 35.000 ha gagal panen.

Lebih lanjut Amran mengatakan, selain angka kekeringan dan angka gagal panen menurun, ada tambahan luas tanam periode Oktober 2014 hingga Maret 2015 seluas 400.000 ha. Dengan ini, meskipun ada kemungkinan terjadi El Nino kuat menyebabkan 150.000 ha lahan tanaman padi gagal, masih akan ada cadangan 250.000 ha yang tetap bisa panen.

El Nino adalah sebuah gejala penyimpangan kondisi laut yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di Samudera Pasifik sekitar ekuator, khususnya di bagian tengah dan timur (sekitar pantai Peru). Ketika fenomena El Nino terjadi, kemampuan perairan Indonesia untuk membuat awan hujan berkurang. Hal ini bisa menyebabkan kekeringan hingga pada titik ekstrim panas, bisa menyebabkan kebakaran hutan.

Sebelumnya, pemerintah sempat mempersiapkan sistem cegah dan tangkal berupa enam langkah mengatasi dampak El Nino hingga November mendatang. Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo menyampaikan isinya, pertama pengalihan dana alokasi khusus APBN-P 2015 sebesar Rp 2 triliun untuk pembuatan embung di daerah, juga penyebaran 20.000 sumur air dan sumur dangkal.

Kedua, membuat sasaran cadangan pangan sebesar 2.5 juta ton. Ketiga, melakukan water bombing oleh Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup bekerja sama dengan pihak internasional. Keempat, penyediaan penyimpanan dingin di daerah-daerah yang diperkirakan panen ikan di sepanjang pantai barat Sumatera, selatan Jawa, selatan Bali, NTT, dan NTB oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kelima, menjamin waduk-waduk besar saat ini dalam kondisi normal dan mengerahkan 761 unit pompa air tanah dan pendistribusian air bersih oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Terakhir, pemerintah menggandeng TNI dalam memadamkan api di hutan-hutan dalam upaya water bombing. Langkah-langkah ini untuk mencegah kerusakan lebih besar yang mungkin terjadi sehingga merugikan masyarakat, termasuk para petani.

Tag:
Grace Eldora