• Kamis, 23 November 2017

Dampak ketidakpastian dalam Manajemen risiko

events

Manajemen risiko pada dasarnya dapat dipahami sebagai ketidakpastian, atau yang lebih penting, dampak dari ketidakpastian dalam pencapaian sasaran di masa depan. Dampak ketidakpastian ini tidak bisa diprediksi, positif maupun dampak negatif. Hal inilah yang membuat sangat penting bagi suatu perusahaan untuk mengkaji ketiga poin ini: sasaran, dampak, dan ketidakpastian.

Berdasarkan Standar Nasional Indonesia, dikatakan bahwa risiko memerlukan adanya kejelasan mengenai sasaran. Sasaran, sementara itu, supaya menjadi jelas harus memenuhi kriteria SMART yaitu S-spesific, M-measurable, A-achievable, R-relevant, dan T-time bound. Dalam penerapan manajemen risiko, sebuah perusahaan akan sangat terbantu untuk memahami sasaran dengan lebih baik.

Spesific, yakni suatu kondisi yang dianggap tepat (spesifik) untuk suatu organisasi sebagai pencapaian. Pertanyaan-pertanyaan yang membantu adalah Siapa, Apa, Di mana, dan Mengapa. Measurable atau terukur, yakni bagaimana sebuah organisasi menjalankan dan mengevaluasi tingkatan sesuai tujuan yang sudah ditentukan. Achievable atau dapat dicapai, yakni peregangan dan mempertanyakan kembali tujuan-tujuan yang mungkin dicapai sebagai outcome.

Relevant, yakni bagaimana menghubungkan tujuan organisasi dengan tanggung jawab utama dan bagaimana menyelaraskannya dengan tujuan tersebut. Time bound atau pembatasan waktu, yakni menentukan waktu pencapaian target sebagai panduan untuk keberhasilan yang dicapai dengan efektif dan efisien termasuk tenggat waktu dan frekuensi.

Pada dasarnya ada enam pertanyaan yang harus dijawab untuk menerapkan manajemen risiko. Pertama, apa yang mau dicapai oleh organisasi. Kedua, hal apa saja yang mempengaruhi pencapaian tersebut. Ketiga, hal apa yang paling penting. Keempat, melihat ketiga pertanyaan di atas, langkah lanjut apa yang perlu dilakukan oleh organisasi. Kelima, bagaimana kemungkinan tindak lanjut tersebut berhasil. Dan terakhir, perubahan apa yang dapat terjadi.

Permasalahan di atas dibahas dengan lebih mendalam dan komprehensif dalam Intensive Workshop ISO 31000 sebagai ERM Fundamental, International Risk Management Standards yang dilaksanakan oleh Center for Risk Management Studies di Bandung yang dimulai Senin (10/8). Salah satu fasilitator kegiatan ini adalah Leo J. Susilo, seorang Senior Partner Business Ethics, Risk Management, Corporate Governance, dan Performance Improvement.

Grace Eldora