• Kamis, 23 November 2017

Banjir Myanmar Cakup 14 Provinsi

banjir, Myanmar

Pemerintah Myanmar menyatakan 14 provinsi dan regional negara ini telah terkena banjir bandang, kenaikan permukaan air, dan tanah longsor yang disebabkan oleh hujan deras. Setidaknya 27 jiwa telah dinyatakan meninggal dunia setelah diterpa hujan deras yang menyebabkan banjir bandang. Pemerintah setempat menyatakan banjir besar ini menghambat usaha tim penyelamat.

Sementara media India melaporkan setidaknya 21 orang menjadi korban jiwa tanah longsor di Manipur, India. Desa ini hampir seluruhnya terkubur tanah, dipicu oleh hujan yang tak henti-hentinya di distrik Chandel. Menurut warga Myanmar, yang disebut juga dengan Burma, curah hujan dalam beberapa minggu belakangan ini memang dirasakan cukup tinggi. Angin dan hujan dari Siklon Komen menambah besarnya kerusakan.

Sebelumnya, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB menyatakan sekitar 156,000 jiwa dalam 12 dsistrik akan terpengaruh oleh banjir tersebut, namun total korban mungkin akan jauh melampaui jumlah itu. PBB menyatakan beberapa hal, yakni adanya kerusakan luas pada areal perumahan 100 ribu Muslim Rohingya di wilayah Rakhine, 400 ribu korban berada di Kota Kalay yang hanya bisa diakses lewat udara, dan juga 40 ribu populasi Kota Haka di wilayah Chin tidak bisa diakses dengan jalan darat dikarenakan tanah longsor.

Selanjutnya, Palang Merah Mg Mg Khin milik Myanmar berpendapat bahwa negara ini sedang mengalami “bencana besar”. Bahkan sebagian warga Myanmar menyatakan ini menjadi bencana terbesar dalam beberapa tahun sebelumnya. Hujan ini sudah mulai berlangsung pada pertengahan Juli. Menurut Departemen Meterologi Myanmar, hujan masih akan berlangsung selama beberapa waktu ke depan. Curah hujan, disebutkan, mencapai 35 centimeter di Kota Maungdaw yang berbatasan dengan Bangladesh.

Saat ini, lebih dari tujuh ribu korban telah berlindung di 23 biara di Kota Minbyar. Hujan yang berkelanjutan ini telah membuat banjir yang meratakan jembatan, jalan raya, dan perumahan sehingga menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Sementara di tempat-tempat lain juga mengalami bencana banjir bandang yang menarik banyak korban jiwa, yakni setidaknya 17 jiwa di Vietnam dan bagian barat Nepal dan 36 jiwa menjadi korban tanah longsor yang diakibatkan oleh hujan.

Banjir juga menyapu setidaknya 200 ribu hektar lahan padi, menurut Kementerian Pertanian dan Irigasi Myanmar. “Sebagian besar Myanmar telah terendam air,” tukas seorang staf Kementerian Kesejahteraan Sosial Myanmar. PBB telah memperingatkan bahwa musim hujan kali ini di Myanmar mungkin akan memakan lebih banyak korban jiwa.

Grace Eldora