• Minggu, 21 Januari 2018

Ebola Masih Berisiko Tinggi

health, Ebola

Virus Ebola kembali mewabah dan memakan korban jiwa setiap harinya. Setelah beberapa waktu yang lalu sempat dinyatakan aman, pihak Afrika Barat menyatakan bahwa virus ini belum tuntas dan kembali menjangkit penduduk setempat.

Tingginya dampak virus ini telah menjadikannya sebagai salah satu virus yang dinyatakan sangat mematikan. Jumlah korban terus meningkat dengan ekstrim. Pada musim penjangkitan sebelumnya, Afrika Barat mengalami ratusan infeksi baru yang dinyatakan positif Ebola. Jumlah ini meningkat hanya dalam kurun waktu satu minggu.

Untuk sementara ditemukan 20 hingga 30 kasus baru dalam seminggu pada tiga negara yang paling banyak terjangkit. Kekhawatiran ini dikarenakan mudahnya penyebaran virus ini. Hanya dengan satu orang yang terinfeksi, bisa menyebabkan sebuah epidemik besar di area tersebut. Metode pencegahan yang masih efektif adalah cek berkala bagi keluarga yang telah dikarantina.

Saat ini, media penyebaran virus Ebola yang paling umum adalah melalui cairan tubuh. Penyebaran virus bisa dicegah dengan menghindari suspek pengidapnya. Meskipun seseorang diduga terjangkit, harus tetap dikarantina dan sebelum dinyatakan positif Ebola, orang tersebut dilarang memasuki wilayah rumah sakit. Untuk mengetahui positif tidaknya seseorang, sampel cairan tubuh harus dikirim dari Guinea ke Institut Pasteur di Perancis.

Musim penyebaran Ebola kali ini tidak diprediksikan sebelumnya, yakni di sekitar perbatasan regional antara Guinea, Sierra Leone, dan Liberia. Sebelum ini, penyebaran wabah paling besar adalah 280 jiwa di Republik Kongo dan paling tidak 11,284 jiwa telah menjadi korban. Sebagai perbandingan, menurut penelitian, virus flu biasa memakan korban sekitar 500,000 jiwa setiap tahun sementara malaria memakan korban sekitar sejuta jiwa.

Tenaga medis di wilayah Afrika Barat jumlahnya sangat sedikit sehingga masih merupakan masalah yang cukup memrihatinkan. Masyarakat terbiasa menggunakan pengobatan tradisional dikarenakan sulitnya akses transportasi dan akomodasi sehingga banyak korban yang tidak bertahan dalam perjalanan.

Hal ini dikarenakan jarak yang panjang dan kondisi jalan yang parah. Selain itu tenaga media yang terjangkit jumlahnya sudah melebihi 200 orang. Wabah ini merupakan pekerjaan WHO (World Heath Organization) dan tenaga peneliti medis yang belum terselesaikan. Jika tidak segera ditangani, tidak ada yang bisa memastikan penyebaran virus ini.

Tag:,
Grace Eldora