• Kamis, 23 November 2017

Situs Internet Milik Pemerintah Kanada Pulih Pasca Cyber Attack

cyber attack

Situs Internet milik pemerintah Kanada pulih setelah sebelumnya lumpuh akibat serangan cyber attack. Beberapa situs milik kementerian dan organisasi pemerintah lainnya dipastikan tidak dapat diakses oleh pengguna Internet. Tony Clement, Ketua Parlemen Kanada dan anggota Dewan Keuangan Kanada mengatakan bahwa peretasan terjadi pada hari Rabu, waktu setempat. Grup hacker Anonymous, mengklaim bahwa itu semua adalah ulah mereka.

Clement sendiri tidak dapat mengkonfirmasi apakah ada informasi sensitif yang berhasil dicuri oleh Anonymous. Pengakuan grup tersebut muncul setelah Anonymous membuat sebuah rekaman video di Youtube yang menyatakan mereka bertanggung jawab terhadap cyber attack yang mereka lakukan pada pemerintah Kanada.

“Kami sedang membahas dengan pihak penegak hukum untuk menginvestigasi serangan siber yang menimpa situs Internet milik pemerintah,” papar Clement. Berdasarkan laporan media setempat, situs Internet lumpuh pada pukul empat pagi waktu lokal. Sedangkan situs kembali pulih pukul 15.00 waktu setempat. Menurut pihak berwajib, serangan distributed-denial-of-service menjadi penyebab utama lumpuhnya situs tersebut.

Beberapa situs pemerintah yang lumpuh akibat cyber attack adalah situs milik parlemen Kanada, kementerian pekerjaan umum, kementerian industri dan lain sebagainya. Grup hacker Anonymous adalah salah satu organisasi yang mengusung hacktivism. Mereka melakukan tindakan peretasan sebagai salah satu bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap bertentangan dengan hak asasi manusia.

Pemerintah Kanada baru-baru ini telah mengeluarkan kebijakan anti terorisme yang dinamai C-51. Dalam pandangan grup Anonymous, undang-undang C-51 bertentangan dengan hak asasi manusia. Bentuk protes mereka disampaikan dalam bentuk cyber attack berupa serangan DDoS. Draft C-51 pertama kali dibahas di parlemen Kanada ketika terjadi insiden penembakan yang menewaskan penjaga parlemen dan menyerbu ke dalam gedung legislatif Kanada.

C-51 dinilai beberapa kalangan mencederai kebebasan dan hak-hak sipil. Sejumlah pasal karet pun menghantui hak asasi warga. Beberapa contohnya adalah pemerintah berhak melakukan penahanan pada seseorang yang dianggap terorisme tanpa proses hukum terlebih dahulu. Tidak hanya itu, C-51 mengkriminalisasi dalam hal promosi anti terorisme. Selain itu, Canadian Security Intelligence Service’s (CSIS) diberikan mandat untuk melakukan mata-mata siber di luar negaranya.

Iqbal Ramadhan