• Kamis, 23 November 2017

Negosiasi Utang Yunani Berakhir Deadlock

greece debt

Krisis Yunani yang berlarut-larut berpotensi mengarah pada ketidakstabilan perekonomian Eropa. Hal ini dikarenakan sistem keuangan Yunani yang saat ini hanya dapat membiayai anggaran negara selama satu bulan di Februari 2015, dan sekaligus membuat Yunani mendapat predikat negara dengan peringkat utang yang buruk dari Moody’s.

Negosiasi utang antara Yunani dan pihak kreditur pun cukup menjemukkan, dan pada hari Rabu (24/6) berakhir tanpa persetujuan kedua belah pihak bahwa Yunani harus melakukan penghematan lebih banyak untuk menghindari kegagalan dalam membayar utang.

Pertemuan ketiga dari semua menteri keuangan di Eropa yang digelar selama kurang dari sepekan berujung pada deadlock. Pertemuan ini membincangkan tentang pemotongan pengeluaran besar-besaran di Athena, sebagai ganti dari dana bantuan.

Para menteri keuangan ini dijadwalkan akan berunding lagi pada hari Kamis (25/6) terkait tawaran untuk mendapatkan terobosan dari masalah ini, karena pihak Yunani yang bersikeras untuk mengejar batas pembayaran uang sebesar €1,6 miliar kepada IMF (International Monetary Fund), pada hari Selasa (30/6).

Persetujuan ini tidak berhasil mendapat titik temu dari pertemuan menteri keuangan Eropa meski telah menghabiskan waktu selama enam jam, antara Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras, para pimpinan IMF, European Central Bank, dan European Commission. Tsipras bertemu kembali dengan para kreditur di hari Rabu malam, dan pertemuan berakhir pada hari Kamis dengan pihak Yunani yang bersikeras dengan pendapat mereka.

Imbas dari goyahnya perekonomian Yunani ini memicu melemahnya nilai tukar Euro. Karena itu, proses negosiasi utang Yunani diharapkan banyak pengamat perekonomian dan investasi dapat selesai secepatnya.

Rahardan Apriadji