• Kamis, 23 November 2017

Krisis Yunani Ancam Perekonomian Uni Eropa

Uni Eropa

Yunani dalam waktu dekat ini akan mengadakan referendum untuk memutuskan apakah negaranya berada di zona Uni Eropa atau tidak. Empat negara besar Uni Eropa yaitu Jerman, Inggris, Perancis dan Italia mengingatkan konsekuensi yang akan dihadapi jika Yunani memutuskan untuk keluar dari keanggotaan Uni Eropa. Mereka sangat paham bahwa bila Yunani keluar dari zona tersebut, maka perekonomian benua biru itu akan ikut goyah.

Pada awal bulan Juni ini, Yunani menghadapi tenggat waktu pembayaran bailout yang diberikan oleh IMF, Bank Sentral Eropa dan Komisi Eropa. Sayangnya, pemerintahan PM Tsipras itu tidak dapat memenuhi tenggat waktu yang diberikan. Hingga akhirnya Bank Sentral Eropa memutuskan tidak akan memberikan pinjaman apapun pada Yunani. Dampaknya adalah perbankan Yunani terpaksa harus menghentikan operasionalnya selama satu minggu.

Organisasi Uni Eropa sendiri berada dalam dilema tinggi. Di satu sisi, mereka berharap Yunani segera melunasi hutangnya. Tetapi, mereka tidak menginginkan Yunani untuk keluar dari zona Uni Eropa. George Osborne, penasihat PM Inggris David Cameron mengatakan bahwa perekonomian Eropa akan goncang jika Yunani keluar dari keanggotaan.

Osborne menyitir sebuah analisis yang dilakukan oleh Standard & Poor yang memprediksi sebuah hasil mengkhawatirkan. Standard & Poor memprediksi adanya kenaikan fiskal antara 33 hingga 50 persen. Osborne mengatakan, “Kenaikan fiskal itu akan berdampak pada perekonomian kita, khususnya yang menyangkut harga bahan bakar minyak. Perlu ada rasionalitas di situ.”

Standar & Poor pun mengatakan bahwa tanpa adanya dukungan Bank Sentral Eropa terhadap perbankan Yunani, perekonomian negara itu akan lumpuh. Terlepas dari banyak tuntutan, PM Alex Tsipras tetap meminta kreditor utama mendukung finansial Yunani untuk lebih banyak. Sayangnya, polemik politik domestik Yunani yang terpecah mengakibatkan kreditor enggan memberikan dukungan lebih banyak.

PM Tsipras dan partai radikal Yunani, Syriza, meminta seluruh warganya untuk mengatakan “tidak” pada saat referendum nanti. Artinya adalah seluruh warga Yunani menyatakan siap untuk keluar dari zona Uni Eropa. PM Tsipras mengatakan bahwa tindakan itu perlu ia lakukan sebagai alat negosiasi pada saat bertemu dengan kreditor mereka nanti.

Ia pun tidak segan-segan bahwa dirinya dan seluruh Partai Syriza akan mengundurkan diri seandainya masyarakat Yunani menyatakan bergabung dengan zona Uni Eropa. “Kami menghargai jika masyarakat masih ingin bergabung dengan Uni Eropa. Hanya saja, kami tidak akan di sana untuk membantu Anda,” papar PM Tsipras.

Tag:
Iqbal Ramadhan