• Kamis, 23 November 2017

CEO Qatar Airways: Tidak Ada Konsesi Untuk Persaingan Tidak Sehat

Qatar Airways Chief Executive Officer Ak

Penerbangan Amerika Serikat menduga terjadi persaingan tidak sehat yang dilakukan Gulf Air. Terkait hal tersebut, CEO Qatar Airways Akbar Al Baker mengatakan bahwa tidak ada lagi alasan bagi pemerintah Timur Tengah untuk meminta perubahan kebijakan transportasi, pada hari Senin (8/6).

“Mengapa pemerintah kami harus membuat konsesi?” ujarnya dalam sebuah wawancara di pertemuan tahunan International Air Transport Association (IATA) di Miami. “Ada perjanjian yang ditandatangani oleh kedua pemerintah. Dan, perjanjian tersebut tengah diimplementasikan.”

Maskapai penerbangan Amerika Serikat sedang berusaha untuk membujuk Pemerintah Amerika Serikat untuk mengubah perjanjian “Open Sky” dengan Uni Emirat Arab dan Qatar, menyalahkan mereka karena telah memberikan maskapai penerbangan mereka subsidi lebih dari $40 miliar serta membelokkan kompetisi. Emirates, Etihad Airways, dan Qatar Airways menolak klaim subsidi tersebut.

Al Baker menyatakan bahwa Qatar Airways berharap dapat menyampaikan bantahan mereka terhadap klaim maskapai-maskapai Amerika Serikat di beberapa pekan mendatang.

“Tidak ada perdamaian dalam kasus ini,” tukasnya. Di dalam perjanjian tertulis, “kami dapat mengerahkan berapa pun banyaknya pesawat di Amerika Serikat, dan Amerika Serikat dapat mengerahkan berapa pun banyaknya pesawat di negara kami.”

“Ini adalah hubungan dua arah,” katanya. “Apa masalahnya?”

Perselisihan ini telah memecah belah industri kompetitif yang biasanya berpadu, dan Al Baker menyorotinya di hadapan ratusan delegasi IATA pada hari Senin. Ada pula pembahasan mengenai dasar perlindungan.

“Adalah berbahaya jika Anda memberikannya pada industri aviasi. Industri mana lagi yang nantinya akan meminta konsesi semacam itu?” jelas CEO AerCap Aengus Kelly dalam sebuah wawancara.

Rahardan Apriadji