• Kamis, 23 November 2017
HR

Walgreens Akan Tutup 200 Gerai Toko

Walgreens Tutup 200 gerai

Jaringan toko farmasi di AS, Walgreens Boots Alliance akan menutup sekitar dua ratus jaringan toko farmasinya untuk menutup biaya operasional yang tinggi. Walgreens sebelumnya adalah perusahaan tersendiri yang pada akhirnya bergabung dengan jaringan gerai Boots Alliance. Merger dua perusahaan tersebut ditujukan untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan profit yang signifikan.

Sayangnya, merger tersebut tidak berakhir dengan baik. Walgreens diprediksi akan menutup dua ratus gerai tokonya di AS karena harus menutupi biaya operasional perusahaan sekaligus menyimpan dana yang dimiliki perusahaan sebesar 500 juta dolar AS. Inisiasi yang dilakukan oleh Walgreens tersebut tidak hanya untuk menutupi biaya operasional yang tinggi. Walgreens menginginkan pengurangan biaya proyek sebesar 1,5 juta dolar AS di akhir tahun 2017 nanti.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari beberapa media, penutupan ini berdampak pada menurunnya jumlah gerai toko Walgreens sebanyak dua persen. Saat ini, Walgreens memiliki gerai toko sebanyak 8.232 toko. Juru bicara Walgreens, Michael Polzin mengatakan bahwa pihaknya masih mendata sejumlah toko yang diprediksi akan akan ditutup. “Kami masih mengkalkulasi beberapa toko sebelum kami menutupnya,” papar Polzin.

Rencananya, Walgreens akan menyimpan dana tersebut untuk berinvestasi di sejumlah aspek. Salah satunya adalah investasi untuk merestrukturisasi organisasi, mendorong operasional perusahaan secara efisiensi dan teknologi baru. Walaupun begitu, juru bicara Walgreens mengatakan bahwa penutupan dua ratus gerai toko ini bukan akhir dari bisnis mereka. Hanya saja, Walgreens sendiri tidak berbicara banyak mengenai nasib karyawan di dua ratus gerainya.

Walgreens secara eksplisit akan memastikan bahwa gerai toko yang akan ditutup berada di beberapa wilayah AS, Puerto Rico dan Kepulauan Virgin. Perusahaan farmasi tersebut berencana untuk membuka sekitar 71 gerai toko baru pasca penutupan dua ratus gerainya. Hanya saja, Walgreens belum memberikan keterangan langsung kapan rencana tersebut akan direalisasikan.

Sebagai salah satu gerai farmasi terbesar di AS, Walgreens memiliki omset yang cukup baik. Tahun lalu, Walgreens meraup omset 26 juta dolar AS. Namun, omset yang besar itu tidak cukup untuk menutupi biaya operasional yang semakin tidak efektif. Selain itu, Walgreens pun harus bersaing dengan beberapa jaringan gerai toko serba ada seperti Wal Mart yang menjadi kompetitor utama mereka. Kompetisi itu adalah salah satu faktor mengapa Walgreen harus menutup dua ratus gerai farmasinya.

Iqbal Ramadhan