• Kamis, 23 November 2017

Datacenter Dynamics Converged Indonesia 2015

data center dynamics converged

Tidak jarang tentunya Anda menemui para pakar Informasi dan Teknologi (IT) dan catatan media yang meramal bahwa industri IT akan terus bertumbuh di Indonesia. Pertumbuhan ini diproyeksikan juga akan jalan beriringan dengan peningkatan permintaan terhadap pusat data atau data center.

Demi mencapai peningkatan data center dari sisi kualitas, Datacenter Dynamics menghelat Datacenter Dynamics (DCD) Converged tahunan untuk ketiga kalinya pada Selasa (28/4). Mengambil lokasi di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Indonesia, DCD Converged tahun ini kembali diisi oleh konferensi dan pameran data center.

Memiliki strategi data center yang berkelas tinggi memang sangat tinggi urgensinya. “Data Center itu ekosistem industri IT,” ujar Djoko Agung Harijadi, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), dalam presentasinya yang membuka seluruh acara konferensi ini.

Gelaran tahun ini sengaja dirancang Datacenter Dynamics agar pasar Indonesia semakin aktual sejalan dengan percepatan evolusi industri yang tinggi.

Konferensi ini juga bertaburan pembicara nasional dan internasional yang membahas tentang best practice optimalisasi strategi data center, seperti Head of Regional Critical Management Citibank Adrian McPaul, Direktur Pengembangan dan Strategi Sistem Informasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dwi Kurniawan, Chief of Information Officer (CIO) PT Media Nusantara Citra (MNC) Erison Oktavian, dan banyak lagi.

Kendati industri IT dalam negeri terkesan bertumbuh, Djoko justru menyoroti persoalan data center di sini. “Semua industri IT pasti mengandalkan data center. Kita sekarang tuh ekosistemnya belum seimbang, masih lemah,” terangnya.

Kemunculan industri seperti dari perbankan dan layanan e-commerce juga merupakan tantangan sendiri buat Djoko. “Data center-nya di mana? Di luar (negeri, -red.),” tukas Djoko. “Itu yang kita bilang tidak sehat.” Ia sangat berharap bahwa industri data center di Indonesia tumbuh berbarengan dengan industri IT yang lain.

Rahardan Apriadji