• Kamis, 23 November 2017

Asia Africa Smart City Summit 2015

Asia Africa Smart City Summit 2015

Pertemuan tingkat pemerintahan kota di benua Asia dan Afrika pertama kalinya dilangsungkan dengan titel ‘Asia Africa Smart City Summit 2015’ (AASCS). Di konferensi besar pertama ini, Kota Cerdas dipilih menjadi menu utama dalam diskusi ini, dan Bandung mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah penyelenggara. Perwakilan pemerintah tingkat kota, akademisi, dan pelaku industri turut menghadiri pertemuan ini, dengan Walikota Bandung Ridwan Kamil selaku inisiator.

Problematika yang dihadapi masyarakat kota di benua Asia dan Afrika kini tidak lagi berkutat pada persoalan neokolonialisme, ungkap General Chairman dari AASCS 2015, Prof. Dr. Suhono Supangkat. Semua masalah itu sekarang sudah beranjak naik ke persoalan peradaban kehidupan urban.

“Asia Africa Smart City Summit hadir untuk mencerdaskan komunitas Asia-Afrika,” ujar Suhono di sebuah jumpa pers di Bandung (21/4).

Di AASCS, kota-kota di Asia Afrika akan berkolaborasi dan belajar satu sama lain untuk memecahkan masalah yang tengah dihadapi dalam persoalan lingkungan, pemukiman, energi, dan transportasi.

Dihadiri oleh 25 walikota dan 39 perwakilan negara dari benua Asia dan Afrika, AASCS berlangsung dibuka dengan opening speech dari General Chairman Prof. Dr. Suhono Supangkat, Walikota Victoria Jacqueline Moustache-Belle, Walikota Bandung Ridwan Kamil, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang menutup opening session sekaligus membuka semua rangkaian acara.

Selain bertujuan untuk berbagi pengetahuan antar negara dari Asia dan Afrika tentang persoalan pengelolaan kota, Asia Africa Smart City Summit juga bertujuan memecahkan masalah-masalah regional, serta improvisasi kolaborasi di antara bangsa-bangsa di Asia dan Afrika.

Terlebih, semua ini bertujuan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dunia. “Asia dan Afrika menyumbang lebih dari separuh penduduk di dunia. Itulah mengapa, ketika kita bersatu, kita mendiskusikan tentang masa depan Asia dan Afrika, yang mana ini akan menjadi pesan kuat untuk dunia,” tukas Ridwan Kamil di hadapan para hadirin pada opening session.

Rahardan Apriadji