• Rabu, 22 November 2017

Erry Riyana Hardjapamekas: Dari Korporat Menjadi Pemberantas Korupsi

Erry Riyana

Erry Riyana Hardjapamekas, sosok kelahiran Bandung 65 tahun yang lalu. Lulusan Fakultas Ekonomi jurusan akuntasi Universitas Padjadjaran (UNPAD) ini mempunyai jejak karir yang cukup mentereng. Saat ini ia memangku jabatan sebagai salah satu komisaris di ABM Investama yang bergerak di bidang energi. Jabatan itu hanya satu di antara sekian banyak amanah yang pernah diemban oleh Erry. Publik lebih banyak mengenal sosoknya sebagai Wakil Ketua KPK tahun 2003-2007 bersama dengan Ketua KPK saat itu Taufiequrachman Ruki. Erry mengawali karirnya di Perumnas.

Setelah mengabdi selama tiga tahun, Erry pun memutuskan pindah ke PT. Bukit Asam yang berada di Tanjung Enim Sumatera Selatan. Berkarir mulai dari tahun 1982 hingga 1990, karir Erry semakin melejit ketika ia secara pribadi diminta oleh Kuntoro Mangunsubroto untuk menjadi direktur keuangan PT. Timah. Pada tahun 1990-1994, Erry secara resmi menjabat sebagai Direktur Keuangan PT. Timah.

Pada tahun 1994, Kuntoro Mangunsubroto melepas jabatannya sebagai Direktur Utama PT. Timah karena dipercaya untuk menjadi dirjen pertambangan di kala itu. Pada tahun itulah, berkah untuk karir Erry semakin melesat. Tepat pada tanggal 31 Maret 1994, Erry resmi menjadi Direktur Utama PT. Timah. Beberapa sumber menyatakan bahwa Erry dikenal sebagai pribadi yang jujur, taat aturan dan individu yang penuh dengan target.

Kemampuan audit dalam ilmu akuntansi ia praktikkan untuk membangun PT. Timah sebagai salah satu BUMN terbaik. Selama ia berkarir di PT. Timah, Erry mendorong perusahaan tersebut agar memiliki tata kelola perusahaan yang baik. “Saya dan tim mendorong PT.Timah agar masuk dalam good corporate governance untuk menjadi perusahaan yang lebih baik,” papar Erry.

Ia memaparkan bahwa menjadi perusahaan yang memiliki tata kelola yang baik, banyak hal yang harus dibenahi. “Menjadi perusahaan yang memiliki tata kelola yang baik, banyak hal yang harus dibenahi. Salah satunya listed di Bursa Efek dimana syaratnya sangat berat,” kata Erry. Ia pun melanjutkan, “Syarat itu harus kami lalui agar menjadi perusahaan yang lebih baik.”

Simak profil lengkap Erry Riyana Hardjapamengkas dalam kisah suksesnya membadani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta menjadi komisaris di Values Magazine edisi Januari 2015.

Iqbal Ramadhan