• Rabu, 22 November 2017

Bastian Purnama: Akselerasi Capital Market Expert

Bastian Purnama

Bastian memaparkan perjalanan kisah suksesnya. Berawal dari Kota Kembang, Bandung, Bastian menimba ilmu mulai dari sekolah dasar hingga tingkat universitas. Bastian merampungkan studi akuntansi di Universitas Padjadjaran pada tahun 1984. “Waktu itu saya menamatkan kuliah hampir delapan tahun,” katanya sambil tertawa. “Mahasiswa jaman sekarang mungkin tidak akan mengalami masa-masa kuliah panjang seperti saya,” ujarnya sambil terkekeh. Walaupun begitu, Bastian mengakui bahwa ia bukan pribadi yang pelit dalam berbagi ilmu. Ia selalu berbagi ilmu di manapun khususnya bagi junior-juniornya. “Saya ingin anak muda sekarang mampu mencapai impiannya,” imbuh Bastian.

Salah satu posisi jabatan yang kini diemban Bastian adalah anggota audit Trimegah. Bastian mengatakan bahwa ia pertama kali meniti karir selepas lulus dari UNPAD adalah menjadi seorang auditor. BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan) adalah lembaga pertama tempat Bastian mengabdi. “Saat itu saya ingin bekerja di luar Jawa dan tidak mau berkarir di Jakarta,” ujar Bastian. Ketika ditanya alasannya, Bastian berkata sambil tertawa bahwa ibukota lebih seram daripada ibu tiri. Pekanbaru adalah kota pertama yang dijajal oleh Bastian untuk pertama kali. Selanjutnya ia pun pindah ke Medan dan di sanalah Bastian mendapatkan pencerahan. “Kawan-kawan saya di Medan mengatakan bahwa mereka ingin mencari nafkah di Jakarta,” imbuh Bastian.

Berbekal saran dari kawan-kawannya tersebut, Bastian memutuskan untuk mengadu nasib ke Jakarta. “Ada pengalaman berharga selama saya meniti karir sebagai auditor di BPKP. Pengalaman itu adalah keberanian,” ujar Bastian. Berdasarkan pengalamannya, pada masa itu auditor adalah profesi yang sangat disegani.

“Mulai dari BUMN hingga pejabat daerah tidak luput dari yang namanya audit. Sebagian orang pada masa itu menganggap auditor adalah profesi yang sangat ditakuti,” ujar Bastian. Alasannya adalah seorang auditor mampu membuka tabir kebenaran yang sangat jarang pada masanya. “Auditor mampu menemukan celah anomali dari sebuah laporan keuangan. Bagi pejabat yang korup, ini adalah masalah. Sehingga beberapa pejabat daerah sangat takut dengan keberadaan auditor,” kenang Bastian.

Perjalanan Bastian dalam untuk menjadi seorang yang kaya akan keilmuan pasar modal membutuhkan lika-liku di sejumlah perusahaan sebagai bayarannya. Ikuti kisah Bastian Purnama selengkapnya di Values Magazine edisi Desember 2014.

Iqbal Ramadhan